Selasa, 17 Mei 2011

Kasembon Rafting.Inilah manusia pertama yang sakit jantung.Seorang putri dari Mesir yang hidup sekitar 3.500 tahun lalu diperkirakan menjadi orang pertama yang diketahui menderita sakit jantung. Para dokter yakin jika putri itu hidup di zaman modern ini ia pasti mendapat tindakan operasi pintas jantung (heart bypass).Dalam pemindaian terhadap mumi sang putri diketahui adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju bagian jantung, otak, perut dan kakinya. Para ilmuwan yang menyebutkan kasus ini menunjukkan penyakit jantung sudah ada sebelum gaya hidup modern.Ilmuwan jantung dari Amerika bekerja sama dengan tim dari Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir, menganalisa 52 mumi, termasuk mumi sang putri. Kasembon Rafting.Para mumi itu dipindai (scan) seluruh tubuh di National Museum of Antiguities, Kairo. Hasilnya ditemukan pengerasan arteri pada separuh mumi yang discan.Putri Ahmose-Meryet-Amon, mumi yang sakit jantung tersebut, berasal dari keluarga Mesir yang tersohor. Ia hidup dalam kemewahan sekitar tahun 1580 SM dan mati di usia 40 tahun.Dr.Gregory Thomas dari Universitas California mengatakan, pada masa Putri Ahmose hidup belum ada gas atau listrik, sehingga diasumsikan ia memiliki gaya hidup aktif."Pola makan mereka juga lebih sehat dari manusia modern. Di masa itu mereka makan lebih banyak buah dan sayuran serta ikan banyak ditemukan di sungai Nil. Selain itu pertanian diolah secara organik dan belum ada minyak trans fat dan rokok," katanya.Akan tetapi, kata Thomas, tetap saja terjadi penyumbatan pembuluh darah. "Ini membuktikan ada link yang hilang pada faktor risiko penyakit jantung, sesuatu yang belum terungkap," katanya.Ia menambahkan, mumi Mesir itu menunjukkan bahwa penyakit jantung bisa menjadi bagian dari hidup manusia. "Meski kita sudah melakukan segala hal untuk mencegah sakit jantung, tapi pada satu titik kita tidak perlu menyalahkan diri sendiri jika ternyata kita tetap butuh operasi jantung," katanya.Kasembon Rafting.

Senin, 02 Mei 2011

Rafting Kasembon.Pembangunan kondominium hotel (kondotel) strata tittle (jual), mulai menggeliat di Bali sebagai area tujuan wisata utama di Indonesia. Tercatat, akan hadir 15 kondotel strata tittle di Pulau Dewata dengan total investasi Rp 1,5 triliun.Demikian disampaikan salah satu Project Marketing & Investment Consultant, Tony Eddy usai peluncuran condotel Metland yang berlokasi di Seminyak, Bali, Selasa (26/4/2011).Rafting Kasembon."Yang masuk daftar sekitar 15 kondotel, nilainya masing-masing Rp 100 miliar secara rata-rata," kata Tony.Ia menjelaskan, pangsa pasar kondotel memang tengah menjadi tren di Bali. Pembangunan ini sekaligus menjadi alternatif investasi, yang terasa jenuh akan pembelian pada unit kondominium apartemen."Ini lagi tren di Bali. Ini sebagai solusi cash flow, karena bisa dicicil," tuturnya.Tony menambahkan, pembangunan condotel di Bali juga tidak selalu mulus. Rafting Kasembon.Tercatat ada 6-8 proyek yang terhenti atau mangkrak akibat tidak becusnya developer dalam membangun hotel berstatus hak milik ini."Ada yang tersendat, karena developer nggak membangun serius," ucap Tony.Berdasarkan data Colliers, yang dikutip Metland tergambar, pertumbuhan kedatangan turis di Bali mencapai 7,6% dalam 5 tahun, dari 2006-2010. Di mana jenis hotel berbintang lima menjadi favorit pengembang.